Postingan

Essai Lingkungan Hidup: Pemanasan Global

      Sebelum menjelaskan tentang pemanasan global, ada beberapa pertanyaan yang mungkin harus kalian pikirkan yaitu: apakah kalian pernah mengkhawatirkan akan perubahan iklim yang diakibatkan oleh manusia? Pernahkah kalian merasa takutkalau kita yang hidup di dunia saat ini mempertaruhkan iklim dan lingkungan bumi tanpa memperdulikan generasi selanjutnya? Apakah kalian menyadari berapa miliar ton CO2 yang telah dilepaskan manusia di atmosfer selama beberapa tahun terakhir ini? Pernahkah kalian berpikir tentang itu semua, tentang lingkungan bumi yang kalian tinggali ini?        Dari sepengetahuan penulis, ada sekitar 10 persen kelebohan CO2 di atmosfer dibandingkan pada zaman sebelum kita membakar minyak, batu bara, dan gas, menebang dan membakar hutan. Kita tahu bahwa sekarang kita telah banyak menggunakan berbagai bahan bakar dibandingkan beberapa puluhan ribu tahun yang lalu. Kita juga bisa membayangkan berapa banyak kadar CO2 yang saat ini dilepaskan ke atmosfer, dan penyebabnya

Pengalaman yang sama tapi berbeda

Ini adalah pengalaman kedua ku untuk mengikuti kegiatan mahasiswa pencinta alam. Tapi sanagat jauh berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Pada hari kamis, kami melakukan karantina dan sebelum karantina kami melakukan ceklis alat untuk memastikan semua barang yang harus di bawa sudah ada demi keamanan dan kenyamanan perjalanan. Di ceklis tersebut saya tidak membawa dua barang sehingga harus menerima konsekuensi dengan 20 kali push up. Setelah itu saya berganti pakaian lapangan. Setelah selesai semua perlengkapan yang perlukan dan pakaian lapangan dipakai kami berkumpul di dalam ruangan di sekretariat kompas usu. Teman saya di suruh untuk membeli makan malam kami dan saat mereka membeli makan, kami yang di dalam ruangan di suruh untuk mengambil peta dan hasil plotingan. Teringan di pikiranku bahwa aku tidak membawa peta. Aku tahu bahwa tidak membawa peta ke lapangan adalah salah satu hal yang fatal. Setelah itu untuk mendapatkan peta diberikan solusi oleh instruktur tetapi dengan bayaran

Pengalaman masuk KOMPAS USU

Hai gaes, kalian pernah ga sih mau ikut sesuatu kegiatan dan ga diizinin orang tua tapi kalian pengen banget ikut itu? Kalo pernah, berarti kita sama Jadi aku dulu pernah ikut kegiatan organisasi pencinta alam di salah satu kampus swasta di jakarta. Nah, di sana aku udah ngikutin pendidikan dasarnya, tapi aku ga lanjut lagi karna harus putus kuliah pas mau masuk semester 2. Dan di kampus yg sekarang (USU) ada organisasi semacam itu namanya KOMPAS USU. Pas semester 1 mau ikut ternyata udah tutup pendaftarannya, jadi aku ikut pas di semester 3. Dan balik lagi ke masa lalu, aku putus kuliah itu karna aku dapat nilai yang jauh dari harapan keluarga dan mereka mikirnya itu karena organisasi pencinta alam. Di USU ini, aku pengen banget ikut organisasi di bidang yang sama, dan niatnya ga bakalan bilang dulu sama orang tua. Jadi aku udah daftar, dan ikut TM. Nah, pas wawancara ternyata di bilang kalo persetujuan orang tua itu sangat penting di KOMPAS USU. Dan, di jalan pulang, aku memik

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Pengertian anak berkebutuhan khusus Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik yang termasuk kedalam ABK antara lain: tunanetra, tunarugu, tunagranita, tunadaksa, tunalaras,kesulitan belajar , gangguan prilaku , anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan. Istilah lain bag anak berkebutuhan khusus adalah anak luar biasa, anak cacat atau anak dengan kedisabilitasan (ADK). Karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki ABK memerlukan perhatian khusus yang di sesuaikan dengan kemampuan potensi mereka . a.       SLB bagian A untuk tunanetra b.      SLB bagian B untuk tunarungu c.       SLB bagian C untuk tunagranita d.      SLB bagian D untuk tunadaksa e.       SLB bagian E untuk tunalaras f.       SLB bagian G untuk cacat ganda Anak berkebutuhan khusus memerlukan perhatian yang spesifik, berbeda dengan anak pada umumnya karena mengalami hambatan dal

Pedagogi dan Andragogi

       Pedagogi adalah suatu teori belajar yang cocok dan tepat untuk masa kanak-kanak. Istilah pedagogi berasal dari bahasa Yunani yaitu “paid” berarti kanak-kanak dan “agogos” berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai “suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak”. Akhirnya pedagogi kemudian didefinisikan secara umum sebagai “ilmu dan seni mengajar”.       Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Secara lebih tepatnya, pedagogi mewujudkan pendidikan yang berfokuskan guru. Dalam suatu model pedagogi, guru memikul tanggungjawab untuk membuat keputusan tentang apa yang akan dipelajari, bagaimana yang akan dipelajari, dan kapan akan dipelajari. Pendidikan anak-anak akan berlangsung dalam bentuk asimilasi, identifikasi, dan peniruan.       Sedangkan andragogi ialah teori belajar yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus orang dewasa. Andragogi berasal dari bahasa Yun

Pengelolaan Kelas

Pengelolaan kelas merupakan kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar efektif di dalam kelas. Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid (Charles, 2002; Everstson, Emmer, & Worsham, 2003). Enam Karakteristik  yang Merefleksikan Kompleksitas dan Potensi Problem dalam Menganalisis Lingkungan Kelas menurut Walter Doyle (1986): - Kelas adalah multimensional, artinya kelas adalah setting untuk banyak aktivitas, mulai dari aktivitas  akademik seperti membaca, menulis, dan matematika, sampai aktivitas sosial, seperti bermain, berkomunikasi dengan teman, dan berdebat. - Aktivitas terjadi secara simultan, artinya banyak aktivitas kelas terjadi secara simultan seperti saat satu klaster murid mengerjakan tugas menulis, yang lainnya mendiskusikan suatu cerita bersama guru, dan murid lainnya mengerjakan tugas yang lain dan seterusnya. - Hal-hal terjadi secara cepat, artinya kejadian sering kali ter

laporan hasil observasi psikologi pendidikan: manajemen kelas

Gambar
Laporan Observasi “ MANAJEMEN KELAS  TK DHARMA WANITA PERSATUAN USU" Oleh; Kelompok 8 Muhammad Nugraha Zati 161301082 Yustika Rahma Hasibuan (161301092) Nabila Khairul Husna (161301118) Chairunissa Syafwinia N (161301125) Eunike Silitonga (161301136) Felix Wijaya (161301141) Shawaliyah Catur Wardhani (161301142) FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017  BAB I Pendahuluan 1)     LATAR BELAKANG             Pendidikan di TK adalah fondasi untuk meyiapkan anak agar siap belajar formal di tingkat selanjutnya. anak tidak hanya dipersiapkan kecerdasannya, tetapi juga kematangan emosi serta kemampuan sosial anak. di TK, anak diharapkan sudah bisa mandiri dan bersedia menerima otoritas orang lain.             Dewasa ini, hampir di seluruh dunia anak anak usia dini yang belum siap untuk memasuki sekolah dasar normalnya akan memasuki yayasan-yayasan pendidikan untuk anak usia dini seperti PAUD (Pendidikan